Salamat datang...
pada pembahasan kali ini kita akan mendalami tentang kombinatorik dan teorema binomial.langsung saja kita lihat penjelasan dibawah ini
1. Kombinatorik
Aturan Dasar Menambah
Jika kita mempunyai dua himpunan yang tidak mempunyai unsur bersama (saling lepas), maka jumlah anggota dari dua himpunan ini adalah jumlah dari banyak anggota dari masing-masing himpunan.
contoh.
Ada dua cara untuk pergi dari Jakarta ke Pontianak, yaitu menggunakan kapal terbang atau kapal laut. Untuk Kapal terbang ada 4 penerbangan, dan kapal laut ada 3 kapal. Berapa banyak cara untuk pergi dari Jakarta ke Pontianak.
Ada dua cara untuk pergi dari Jakarta ke Pontianak, yaitu menggunakan kapal terbang atau kapal laut. Untuk Kapal terbang ada 4 penerbangan, dan kapal laut ada 3 kapal. Berapa banyak cara untuk pergi dari Jakarta ke Pontianak.
Jawab.
Karena cara bepergian dari Jakarta ke Pontianak dengan udara dan laut merupakan dua hal yang terpisah, maka banyaknya cara tinggal dijumlahkan, yaitu 4 + 3 = 7 cara.
Karena cara bepergian dari Jakarta ke Pontianak dengan udara dan laut merupakan dua hal yang terpisah, maka banyaknya cara tinggal dijumlahkan, yaitu 4 + 3 = 7 cara.
Aturan Dasar Mengalikan
Misalkan ada suatu prosedur (urutan pengerjaan) yang dapat dilakukan dalam dua langkah yang saling lepas (tidak bergantung). Jika langkah pertama ada
dan langkah kedua ada
cara, maka prosedur tersebut dapat dilakukan dengan
cara.
Contoh.
Misalkan kita pergi dari kota A ke C dan harus melalui kota B. Dari kota A ke kota B ada 3 jalan, dan dari kota B ke kota C ada 2 jalan. Ada berapa cara bepergian dari kota A ke kota C yang melalui kota B.
Misalkan kita pergi dari kota A ke C dan harus melalui kota B. Dari kota A ke kota B ada 3 jalan, dan dari kota B ke kota C ada 2 jalan. Ada berapa cara bepergian dari kota A ke kota C yang melalui kota B.
Jawab.
Setelah kita memilih jalan dari A ke B, pilihan jalan dari B ke C tidak tergantung pada pilihan pertama. Dengan demikian menurut aturan perkalian, banyaknya cara dari kota A ke C melalui B adalah 3.2 = 6 cara.
Setelah kita memilih jalan dari A ke B, pilihan jalan dari B ke C tidak tergantung pada pilihan pertama. Dengan demikian menurut aturan perkalian, banyaknya cara dari kota A ke C melalui B adalah 3.2 = 6 cara.
Contoh.
Diketahui angka 1,2,4,5,6,8,9. Tentukan banyaknya semua bilangan yang dibuat dari angka yang diketahui dan
1. terdiri dari 2 angka
2. terdiri dari 2 tetapi tidak mempunyai angka yang sama.
Diketahui angka 1,2,4,5,6,8,9. Tentukan banyaknya semua bilangan yang dibuat dari angka yang diketahui dan
1. terdiri dari 2 angka
2. terdiri dari 2 tetapi tidak mempunyai angka yang sama.
Jawab
Karena bilangan yang diminta terdiri dari 2 angka , kita sediakan 2 kotak yang akan kita isi dengan jumlah semua kemungkinan dari tiap-tahap.
1. Kemungkinan angka puluhan adalah salahsatu dari angka yang diketahui yaitu sebanyak 7. Demikian pula kemungkinan angka satuan juga ada 7. Kemudian kita isikan ke masing-masing kotak dan banyaknya kemungkinan adalah 7.7 = 49.
Karena bilangan yang diminta terdiri dari 2 angka , kita sediakan 2 kotak yang akan kita isi dengan jumlah semua kemungkinan dari tiap-tahap.
1. Kemungkinan angka puluhan adalah salahsatu dari angka yang diketahui yaitu sebanyak 7. Demikian pula kemungkinan angka satuan juga ada 7. Kemudian kita isikan ke masing-masing kotak dan banyaknya kemungkinan adalah 7.7 = 49.
2. Kemungkinan angka puluhan adalah salah satu dari angka yang diketahui yaitu sebanyak 7. Karena tidak boleh mempunyai angka yang sama, maka setelah satu angka dipakai untuk puluhan, kemungkinan angka satuan hanya ada 6. Dengan demikian jumlah kemungkinan adalah 7.6 = 42
Contoh
Diketahui bilangan 2592. Tentukan banyaknya pembagi dari bilangan ini termasuk 1 dan 2592.
Diketahui bilangan 2592. Tentukan banyaknya pembagi dari bilangan ini termasuk 1 dan 2592.
Jawab
Seperti pada masalah bilangan yang lain, pertama kita ubah bilangan tersebut dalam uraian faktor prima, yaitu
. Kemudian pembagi 2592 mempunyai bentuk
dengan a = 0,1,2,3,4,5. dan b = 0,1,2,3,4. Jadi , masalah menentukan banyaknya pembagi sama saja dengan menentukan banyaknya pasangan (a,b) dengan a dan b bilangan di atas. Dalam hal ini adalah 6 x 5 = 30.
Seperti pada masalah bilangan yang lain, pertama kita ubah bilangan tersebut dalam uraian faktor prima, yaitu
Contoh
Misalkan ada 3 orang utusan dari kelas X, 4 orang utusan kelas XI, dan 2 orang utusan kelas XII. Dari utusan ini akan dipilih dua orang utusan untuk keluar sekolah. Utusan ini tidak boleh dari kelas yang sama. Tentukan banyaknya kemungkinan utusan ini (tidak memperhatikan urutan).
Misalkan ada 3 orang utusan dari kelas X, 4 orang utusan kelas XI, dan 2 orang utusan kelas XII. Dari utusan ini akan dipilih dua orang utusan untuk keluar sekolah. Utusan ini tidak boleh dari kelas yang sama. Tentukan banyaknya kemungkinan utusan ini (tidak memperhatikan urutan).
Jawab.
Kombinasi utusan ini adalah dari
1. kelas X dan kelas XI
2. kelas X dan kelas XII
3. kelas XI dan kelas XII
sekarang kita akan menghitung lebih lengkap
1. Misalkan satu utusan diambil dari kelas X dan yang lain dari kelas XI, maka berdasarkan prinsip perkalian ada 3.4 = 12 kemungkinan.
2. Jika satu utusan diambil dari kelas X dan satu utusan diambil dari kelas XII, maka ada 3.2 = 6 kemungkinan.
3. Jika satu utusan diambil dari kelas XI dan satu utusan diambil dari kelas XII, maka ada 4.2 = 8 kemungkinan.
Karena ketiga kemungkinan merupakan himpunan yang saling lepas, maka jumlah semua kemungkinan adalah jumlah ketiga himpunan yaitu : 12 + 6 + 8 = 26 kemungkinan.
Kombinasi utusan ini adalah dari
1. kelas X dan kelas XI
2. kelas X dan kelas XII
3. kelas XI dan kelas XII
sekarang kita akan menghitung lebih lengkap
1. Misalkan satu utusan diambil dari kelas X dan yang lain dari kelas XI, maka berdasarkan prinsip perkalian ada 3.4 = 12 kemungkinan.
2. Jika satu utusan diambil dari kelas X dan satu utusan diambil dari kelas XII, maka ada 3.2 = 6 kemungkinan.
3. Jika satu utusan diambil dari kelas XI dan satu utusan diambil dari kelas XII, maka ada 4.2 = 8 kemungkinan.
Karena ketiga kemungkinan merupakan himpunan yang saling lepas, maka jumlah semua kemungkinan adalah jumlah ketiga himpunan yaitu : 12 + 6 + 8 = 26 kemungkinan.
Permutasi
Permutasi n unsur yang berbeda adalah susunan n unsur dengan memperhatikan urutan.
Permutasi n unsur dari unsur yang tersedia, nPn=(n).(n-1).(n-2)…(3)(2).(1)=n!
lambang n! dibaca n faktorial.
Permutasi n unsur yang berbeda adalah susunan n unsur dengan memperhatikan urutan.
Permutasi n unsur dari unsur yang tersedia, nPn=(n).(n-1).(n-2)…(3)(2).(1)=n!
lambang n! dibaca n faktorial.
Definisi : jika n bilangan asli, maka n! adalah :
n! = 1.2.3….(n-1)(n)
0! = 1
contoh :
3P3 = 3! = 1.2.3 = 6
6P6 = 6! = 1.2.3.4.5.6 = 720
sifat :
n! = 1.2.3….(n-1)(n)
0! = 1
contoh :
3P3 = 3! = 1.2.3 = 6
6P6 = 6! = 1.2.3.4.5.6 = 720
sifat :
Contoh
Tentukan banyaknya permutasi dari dua angka yang diambil dari 1,2,3,4,5.
Jawab.Tentukan banyaknya permutasi dari dua angka yang diambil dari 1,2,3,4,5.
Dalam contoh ini yang ditanyakan adalah permutasi dua angka dari lima angka. Jumlah total permutasi tersebut adalah
Contoh
Empat orang masuk ke dalam bus dan tersedia 10 tempat duduk yang masih kosong. Tentukan banyak semua kemungkinan posisi empat orang tersebut duduk.
JawabEmpat orang masuk ke dalam bus dan tersedia 10 tempat duduk yang masih kosong. Tentukan banyak semua kemungkinan posisi empat orang tersebut duduk.
Masalah ini merupakan permutasi empat tempat duduk terisi dari 10 tempat duduk kosong, yaitu sebanyak
Contoh
Tentukan banyaknya bilangan yang terdiri dari paling banyak 3 angka dengan bilangan yang terbentuk tidak mempunyai angka kembar dan diambilm dari angka di susunan1,2,3,4,5,6,7,8.
JawabTentukan banyaknya bilangan yang terdiri dari paling banyak 3 angka dengan bilangan yang terbentuk tidak mempunyai angka kembar dan diambilm dari angka di susunan1,2,3,4,5,6,7,8.
Karena bilangan yang diminta paling banyak terdiri 3 angka, maka bisa kita pilah menjadi 3 bagian
1). bilangan yang terbentuk terdiri dari 1 angka, sehingga banyaknya permutasi dari 1 unsur dari 8 unsur yang diketahui
2). bilangan yang
terbentuk terdiri 2 angka, sehingga banyaknya permutasi 2 unsur dari 8 unsur
yang diketahui
3). bilangan yang
terbentuk terdiri dari 3 angka, sehingga banyaknya permutasi 3 unsur dari 8
unsur yang diketahui
2. Teorema Binomial
Di aljabar, penjumlahan dua suku, seperti a + b, disebut binomial. Teorema binomialmemberikan
bentuk ekspansi dari pangkat binomial (a + b)n, untuk
setiap n bilangan bulat tidak negatif dan semua bilangan
real a dan b.
Perhatikan apa yang terjadi ketika kita menghitung
beberapa pangkat yang pertama dari a+ b. Berdasarkan sifat distributif, kita mendapatkan
bahwa pangkat dari a + b merupakan penjumlahan dari suku-suku yang berupa
kombinasi perkalian dari a dan b. Perhatikan ilustrasi berikut.
Sekarang perhatikan ekspansi dari (a + b)4. Suku-suku dari ekspansi ini
diperoleh dengan mengalikan satu dari dua suku faktor pertama dengan satu dari
dua suku faktor kedua dengan satu dari dua suku faktor ketiga dan dengan satu
dari dua suku faktor keempat. Sebagai contoh, suku abab diperoleh dengan mengalikan suku-suku a dan b yang ditandai
dengan tanda panah.
Karena ada dua kemungkinan a dan b dari setiap
suku yang dipilih pada 1 dari 4 faktor suku-suku ekspansi binomial, maka akan
ada 24 = 16 suku
ekspansi (a + b)4.
Selanjutnya, suku-suku serupa, yaitu suku-suku yang
memiliki faktor a dan b sama banyak dapat dikombinasikan karena
perkalian bersifat komutatif. Tetapi kita perlu mengetahui banyaknya
masing-masing suku yang serupa tersebut. Sebagai contoh kita akan menentukan
banyaknya suku yang terdiri dari tiga a dan
satu b. Untuk menentukan banyaknya suku ini sama dengan
menentukan banyaknya cara kita mengambil 1 bilangan 1 sampai 4 sebagai nomor
urut dari faktor b. Salah satu contohnya kita
mungkin mendapat bilangan 3 yang merepresentasikan aaba (3 merupakan nomor urut dari b, sedangkan sisanya menjadi nomor urut a). Contoh lain, kita mungkin mendapat bilangan 1 yang
merepresentasikan baaa. Sehingga banyaknya suku yang
terdiri dari tiga a dan satu b adalah kombinasi 1 dari 4 yaitu 4. Semua suku
yang terdiri dari tiga a dan
satu b adalah aaab, aaba, abaa, dan baaa.
Berdasarkan sifat komutatif dan asosiatif perkalian,
keempat suku tersebut memiliki nilai yang sama dengan a3b. Karena suku-suku yang sama dengan a3b berjumlah 4, maka koefisien dari a3b adalah 4, yang diperoleh dari kombinasi 1
(pangkat dari salah satu faktor a3b, yaitu b) dari 4 (jumlah pangkat dari semua faktor a3b).
Dengan cara yang sama, kita akan mendapat 6 (diperoleh
dari kombinasi 2 dari 4) suku yang terdiri dari dua a dan dua b, yaitu aabb, abab, abba, baab, baba, dan bbaa. Sehingga
koefisien dari suku a2b2 adalah 6. Cara ini juga
berlaku untuk menentukan koefisien dari suku-suku ekspansi (a + b)4 lainnya.
Teorema binomial menggeneralisasi rumus di atas untuk
sembarang pangkat n bilangan bulat tidak
negatif.
Teorema
Binomial
Diberikan sembarang bilangan real a dan b, serta bilangan bulat tidak negatif n,
Diberikan sembarang bilangan real a dan b, serta bilangan bulat tidak negatif n,
Perhatikan bahwa bentuk kedua dan pertama pada persamaan
di atas adalah sama, karena kombinasi 0 dari n sama dengan
satu, demikian juga dengan kombinasi n dari n. Untuk lebih memahami mengenai penggunaan teorema
binomial dalam pemecahan masalah, perhatikan contoh berikut.
Contoh: Penggunaan Teorema Binomial dalam Pemecahan Masalah
Dengan menggunakan
teorema binomial, tunjukkan bahwa
untuk semua bilangan bulat n ≥ 0.
Pembahasan Karena 2 =
1 + 1, maka 2n = (1 +
1)n. Dengan
menerapkan teorema binomial dengan a = 1 dan b = 1, diperoleh
Karena 1n – k = 1 dan 1k = 1. Akibatnya,
Apabila diperhatikan, rumus di atas sama dengan banyaknya
semua himpunan bagian dari himpunan yang memiliki n anggota/elemen, karena setiap himpunan bagian
tersebut terdiri dari kombinasi 0, 1, 2, …, n dari n yang merupakan banyaknya anggota dari himpunan
tersebut.
jadi cukup sekian yang dapat saya jelaskan atas kurang lebihnya saya mohon maaf dan saya ucapkan
semoga bermanfaat.....
daftar pustaka :
https://yos3prens.wordpress.com/2013/11/08/teorema-binomial/
https://matematikasmansaka.wordpress.com/rumus/kombinatorik/











Komentar
Posting Komentar